Tulisan pertama di 2014. Semoga inpirasi selalu menghinggapi otakku :)
Tidak terasa sekarang sudah memasuki tahun 2014, (kemana aja mas bro udah hampir jalan sebulan lho!!!) hehehe.. Banyak hal baru, suka dan duka telah saya jalani di tahun 2013 yang lalu dan mau tidak mau semua yang telah saya jalani harus bisa menjadi pelajaran yang berharga. Harus bisa menjadi "history" yang bermanfaat yang bisa membawa perubahan dikemudian hari apapun hasilnya seperti pepatah klise "experience is the best teacher". pengalaman adalah guru yang terbaik Selain itu pengalaman juga tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita seperti kata yang diungkapkan oleh pak dhe mario “Meniadakan masa lalu adalah tidak mungkin, ia pernah ada, namun ia menjadi pembanding dan guru untuk masa depan”. Memang tidak mudah menerima pengalaman apalagi jika pengalaman tersebut adalah tentang kegagalan, kekecewaan, kekurangan. Namun terlepas dari semua itu saya yakin ada hikmah yang diselipkan oleh Yang maha Kuasa dari kejadian yang telah kita lalui. Saya percaya semua itu ada dibawah kendali "sing ngecat lombok" (saya kutip dari obrolan dengan teman saya) sembari berpikir juga "iya juga yah kenapa lombok/cabe kok berwarna merah. Kenapa bukan berwarna kuning ato enggak berwarna merah muda biar lebih indah dipandang. Dan saya pikir karena semua itu sudah menjadi kehendak sing gawe urip.
Bercerita history, pengalaman dan masa lalu saya jadi ingat saat masih SD. Kami sekelas pernah ditanyakan cita-cita oleh ibu guru. “Cita-citanya apa anak-anak?” Spontan
seisi kelas pada menjawab dengan berbagai macam profesi yang kelihatannya keren. Di
satu kelas yang menjawab jadi presiden ada lima (pantes banyak yang rebutan
kekuasaan saat ini), jadi astronot ada sepuluh (ada niat transmigrasi gegara film armagedon, 2012 dll), jadi dokter ada dua belas (padahal liat
jarum suntik masih jejeritan), jadi pilot ada tujuh (padahal udah tau Indonesia adalah negara maritim). Maju 12 tahun lagi ke depan saat sudah memasuki perkuliahan, “Cita-citanya apa kamu ndok?”. Saat di tanyakan cita-cita oleh emak. “Lulus tanpa di-DO Mak Syukur kalo bisa lulus cepet mak cumlaude pake ipk 4 koma". kemudian Maju terus beberapa tahun lagi, seleksi alam pun mulai berjalan. Kita mulai dipaksa menghadapi
kenyataan mengenai posisi Presiden cuma ada satu, mau jadi astronot pikir 5 kali (mau sekolah dimana?) harapan
satu-satunya ngirim bungkus merek parfum, mau jadi
dokter tapi tryoutnya dibawah 4 mulu, mau jadi pilot tinggi badan ga
cukup, de el el de es be. Yah, apa yang ditanyain pada anak umur
sekian tahun itu tidak bisa jadi pegangan, mereka belum mengetahui job description
sama syarat buat menjalani tiap profesi itu apaan dan sudah jadi
suatu bukti bahwa keinginan sama realita mayoritas kandang tidak pernah sejalan. Lalu bagaimana kita harus menyikapi pengalaman-pengalaman masa lalu tentang keinginan, keberhasilan dan kegagalan? Bagaimana cara mengubah haluan dari A ke B. Atau bagaimana kegagalan di masa lalu mengenai rencana bisa kita ubah menjadi keberhasilan di masa depan?. bagaimana cita-cita di masa kecil atau masa sekarang bisa menjadi kenyataan di masa depan? Terlalu banyak kenyataan yang kadang tidak bisa kita hadapi dengan rela. Mulai nangis bombay,
update status pake foto nyilet-nyilet pergelangan. Ada juga yang mulai keluar sifat
psycho-nya, dari sekedar stalking sampe berusaha keras ngancurin hidup diri atau beralih nyoba obat-obatan (obat nyamuk, obat serangga?) yang mana dasarnya cuma satu : tidak bisa menerima kenyataan jika gagal atau tidak sesuai keinginan.
Ada beberapa kiat tentang bagaimana cara kita menghadapi kegagalan atau bagaimana kita seharusnya memaknai kegagalan agar kegagalan itu bisa menjadi pecut motivasi untuk mencapai keberhasilan berikut diantaranya diantaranya :
1. Tanpa kegagalan tidak akan ada keberhasilan, secara individual maupun berhubungan dengan
pihak lain
Tanpa kegagalan tidak akan ada keberhasilan, namun juga tidak berarti harus gagal dulu untuk menuju keberhasilan. maksudnya adalah tidak ada istilah berhasil jika tidak ada gagal, begitu juga sebaliknya. Apakah anda Senang melihat tim yang kita dukung menang? Well, cuma satu syarat supaya
tim kita menang yaitu tim lawan harus kalah. Walaupun, tentunya juga ada kondisi win-win
condition, dimana semua pihak berhasil dan berbahagia. Namun pastinya salah satu pihak ada yang merasa kalah. contoh Perusahaan anda
sukses dapat proyek, yang ngasih proyek sukses dapatkan yang mau kerjain
proyek, tapi tentunya ini juga berarti kegagalan bagi kompetitor
perusahaan lain. Anda sukses mendapatkan orang yang anda suka, semua berbahagia,
tapi selalu ada orang yang kecewa mendengar kabar bahagia itu. (kompetitor)
2. Setiap keberhasilan dan kegagalan selalu berkaitan.
si A dan si B sama sama mengalami kegagalan dalam proses rekruitmen mencari pekerjaan di sebuah instansi pemerintahan. Namun si A mengevaluasi dirinya dan
mencoba berubah menjadi lebih baik sedangkan si B berlarut larut meratapi nasibnya. Di tahun berikutnya ketika ada proses rekrutmen si A mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. sementara si B mengalami kegagalan lagi. Dari kejadian tersebut bisa disimpulkan bahwa keberhasilan si A mendapatkan pekerjaan karena kegagalan terdahulu. Tentunya ada yang namanya rentetan kegagalan maupun rentetan
keberhasilan, tapi mustahil ada 100% sukses terus atau pun gagal terus.
3. Keberhasilan? Atau kegagalan? Jawab : relatif.
Seorang gembala kehilangan seekor dombanya. Lalu tetangganya berkata
“ini hal buruk.” Maka si gembala bertanya, “dari mana kamu tahu?”. Hari berikutnya ternyata domba yang hilang kembali bersama beberapa
domba lain. Lalu tetangganya berkata “ini hal yang baik.” Maka si
gembala bertanya, “dari mana kamu tahu?”
(prolog suatu episode film Kung Fu)
Apa yang kita anggap keberhasilan (hal baik) terkadang bisa dianggap
sebagai kegagalan (hal buruk) dari persepsi lain maupun dari bagaimana
hal tersebut berlanjut. Maka silahkan lanjutkan cerita si gembala yang
kehilangan domba tersebut..
4. Kegagalan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri.
Apakah gagal mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan merupakan akhir dari segalanya? Tentunya
tidak. Kegagalan tersebut akan mengingatkan kita bahwa kita masih jauh
dari usaha maksimal dan sudah sepantasnya instropeksi diri, banyak belajar dan berdoa. Intinya
adalah, jika kegagalan itu tidak terjadi, apakah kita cukup bijak untuk sadar kalau kita punya kekurangan itu?
5. Mempelajari kegagalan orang lain akan menyelamatkan diri kita dari mengalami kegagalan yang serupa.
Dan semoga dengan mempelajari kegagalan orang lain bisa menyelamatkan diri untuk mendapatkan kegagalan yang sama dengan orang lain. Sebelum kita mengalami kegagalan kita sudah diajarkan untuk menyelematkan dari kegagalan.
So, mulai sekarang marilah buka diri kita untuk menerima sesuatu yang baru dalam mempelajari pengalaman-pengalaman diri dan oran lain yang baik serta mengintrospeksi diri dalam memaknai setiap kegagalan dan keberhasilan sehingga kita bisa melangkah lebih siap dan yakin lagi kedepannya. Amin sekian.
memory 2013
agenda 2014