Maukah Engkau Berjalan Bersamaku?


Untukmu seseorang,
Yang ingin kuajak melakukan perjalanan bersama,
Aku akan selalu siap menuntunmu mempersiapkan segalanya,
Mempersiapkan rencana, mempersiapkan perbekalan, mempersiapkan tujuan,
Punggungku siap menggendong ransel perjalananku,
Dadaku pun siap menjunjung tas perjalananmu,
Ya… engkau tidak perlu repot repot,
Bersedia menemaniku saja itu sudah cukup.

Untukmu seseorang,
Yang akan melangkahkan kaki mendaki tanah terjal bersama,
Aku tidak akan memaksamu mengikuti ritme langkah kakiku yang cepat,
Aku akan selalu setia berjalan berdampingan bersamamu,
Tanganku siap menuntun, punggungku siap mengendong,
Jikalau kau telah letih,
Ya… engkau tidak perlu repot-repot
Bersedia di sampingku itu sudah cukup

Untukmu seseorang,
Yang akan menghabiskan waktu siang dan malam ku,
Di bawah atap langit dan bumi sebagai tempat berpijak
Berkeluh kesahlah jika sudah letih serta istirahatlah sejenak,
Akan aku buatkan tenda dan kusiapkan api unggun agar kau nyaman,
Dan jika matamu sudah lelah,
Tidurlah di dalam tenda biar aku yang akan menjaga di luar,
Menjaga api agar tetap menyala,
Ya… engkau tidak perlu repot-repot
Bersedia berbagi dengan ku saja itu sudah cukup,
Kau mungkin akan melihat penampakan yang jarang bicara, kaku dan membosankan,
Tetapi percayalah…
Tanganku selalu siap melakukan yang kau butuhkan,
Telingaku selalu siap mendengar keluhmu,
Dan hatiku akan lebih banyak bicara dibandingkan mulutku,

Untukmu seseorang,
Yang akan menghabiskan sisa waktumu bersamaku,
Mungkin kau bukan yang terindah di mataku tapi kau selalu terlihat yang paling indah di hatiku,

Untukmu seseorang,
Semoga aku mampu menemukanmu…

(sumber inspirasi = solo-bivouacking) 
(gambar = infojempol)

WHAT GOING ON…. ???

Wah sepertinya bumi berputar dengan cepatnya, tak terasa tahun 2014 sudah hampir habis, sekarang kita sudah berada di penghujung akhir tahun. Mau tidak mau gerak langkah kita harus berirama dengan perputaran sang waktu agar kita tidak tertinggal jauh dengannya. Banyak cerita dan pengalaman yang saya dapatkan di tahun ini, beruntung sekali saya banyak bertemu dan belajar dengan orang-orang baru dan mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru.

Salah satunya adalah pertemuan saya dengan adik nenek istri paman saya (sebut saja Mbah).


Ora ana bujang sing sukses cah” –(Tidak ada pemuda belum menikah yang sukses)


Sepertinya kata itu sempat menjadi salah satu pecut yang cukup mengena buat saya di tahun ini. Ya saya tahu memang saya sudah cukup umur untuk selangkah menuju ke kehidupan berumah tangga namun saya belum terpikirkan untuknya, sudah sih cuma belum mantap hingga akhirnya Alhamdulillah saya dibukakan pikiran. 


“Ojo kesuwen mbojo, arep goleki sing koyo opo?. “Lah aku kan nunggu mapan lan sukses disit mbah mbene mbojo”. “Lah koe ya salah le, justru nek koe wes berumah tangga koe bakalan sukses, dudu koe sukses disit mbene mbojo. Gusti Allah kue wes menehi janji”..


(Jangan kelamaan untuk menikah, mau cari yang seperti apa?. “Aku masih menunggu mapan dan sukses dulu pak baru menikah” “ya kamu salah nak, justru jika kamu berumah tangga kamu  bisa sukses, bukan sukses dulu baru menikah. “Tuhan sudah menjanjikan”.


Pengin sih mbah, tapi entar dulu deh, saya belum siap, saya takut tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga nantinya , khan saya belum berpenghasilan tetap. “Koe aja cetek pikiranmu cah, koe ora percaya karo gusti Allah, nek gusti allah kue sing menehi rejeki, koe ora percoyo nek gusti allah njanjeni bakal menehi rejeki marang wong sing gelem berumah tangga, nek koe mikir koyo ngono pada bae koe ora percoyo maring gusti Allah, njuk apa koe ndarani sing ngempani anak bojomu, sing ngempani koe kabeh lan menungso kui gusti allah. Aja khawatir marang rejekimu.


Kamu jangan berpikir negatif seperti itu, kamu gk percaya kalo Tuhanlah yang memberikan rejeki, kamu gk percaya kalo Tuhan sudah menjanjikan rejeki bagi orang-orang yang mau berumah tangga, kalo kamu berpikir seperti itu berarti kamu tidak percaya dengan Tuhan, Apa dikira kamu yang memberikan makan kamu dan anak istrimu, yang memberikan makan kamu dan semua manusia adalah rejeki Tuhan. Jangan khawatir dengan rejeki.

Oh iya mbah saya dengarkan kata kata mbah, insyaAllah saya mantepin buat menikah mbah. Terima kasih wejangannya.


Memang benar setelah saya buka Alquran ada ayat yang menjelaskannya sbb:

“Dan Nikahkanlah orang orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan . Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunianya. Dan Allah Maha luas (pemberianNya) dan Maha mengetahui”. (Q S An-nuur:32)


Masih belum jelas dengan jawaban tadi saya pun mencari hadist yang berkaitan dengan ayat tersebut. Ummar bin khattab ra berkomentar :

“Aku heran dengan orang yang tidak mau  mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman  : jika mereka miskin maka Allah akan membuat mereka kaya dengan keutamaannya.


Selain itu Nabi Muhammad saw juga menguatkan ayat tersebut. Sabda beliau, dari Aisyah, “Nikahillah olehmu kaum wanita itu maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rejeki) bagi kamu”.


Sabda yang lain

“Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rejeki dan menambah keluhuran mereka”.


Saya tersadar setelah pertemuan itu dan kemudian berpikir kenapa saya akan menyenangkan orang tua dahulu dengan penghasilan saya baru kemudian saya menikah, padahal kalau mau menyenangkan orang tua ya menikah, karena selain menyenangkan dengan penghasilan Tuhan bisa memberikan istri sholehan, cucu-cucu yang lucu untuk menyenangkan orang tua. Bukankah menyenangkan sesorang tidak harus berupa materi….