Bukan “Setia” Band

Hampir dua tahun ini aku tidak berjumpa denganmu

Rasanya rindu ini semakin biasa saja setiap harinya

Namun aku tetap masih ingin merasakan rasa tersebut

Hanya karena Satu

Yaitu janjiku…


Setiap waktu aku selalu yakin aku akan kembali padamu, begitu pun aku mengharapkanmu

Kututup sementara mata ini untuk melihat indahnya alam sekitar

Kututup sementara hati ini untuk merasakan rasa nyamannya dunia

Hanya untuk sesuatu

Yaitu janjiku….



Ehehehe sedikit lebay bolehlah. Melenceng dari daftar isi blog. Mumpung belum dilarang oleh pemerintah. kayak denda yang diberikan oleh pemerintah DKI ketika pengendara parkir di sembarangan tempat atau berteduh sebentar ketika hujan di fly over. Sedikit kata kata hati yang ingin aku tuliskan di hari ini mumpung timing nya tepat.

Menurut anda salahkan jika seseorang setia, salahkan jika mengharapkan sesuatu… aku kira hampir semua manusia yang waras pasti mengatakan tidak salah !!!! Lalu apa yang salah dengan sebuah kesetiaan.

Suatu kesetiaan akan salah apabila ditempatkan pada situasi diantaranya yang pertama, mungkin sudah tahu pasangannya tidak setia/ melanggar kesetiaannya eh kita masih setia kepada si doi. Dengan alasan ingin tetap bersama alhasil sia sia sudah kesetiaan yang telah diberikan.Yang kedua miss communication/komunikasi yang buruk. Kedua pasangan tersebut mengalami komunikasi yang buruk. Bisa karena jarang berkomunkasi ataupun salah mengartikan komunikasi yang disampaikan. Komunikasi disini banyak bentuknya bisa berbentuk tatap langsung atau bertemu, bisa melalui media tekhnologi seperti menggunakan telepon atau penggunaan kiriman seperti kiriman pulsa kiriman uang dsb hehehe heheh

Lalu siapa yang salah, jika ada pasangan diantaranya ada yang tidak setia? Menurut saya sih  ini tergantung persepsi dari masing masing individu, karena watak, karena prinsip, karena miss communication/komunikasi yang buruk, ato mungkin karena memang sudah tidak dimungkinkan suatu hubungan dipertahankan, ato bahkan sudah suratan takdir dari Yang Maha Kuasa. Jadi menurut saya tak perlu menyalahkan siapapun, instropeksi diri lebih baik ketimbang menyalahkan pihak pihak lain. Tapi kebanyakan faktor yang menyebabkan terjadi ketidaksetiaan adalah karena ada seseorang atau sebut saja pihak ketiga yang sedang mendekati salah satu diantara pasangannya. Pihak ketiga tersebut mengambil peluang dari adanya hal tersebut, ditambah satu diantara pasangan sedang membutuhkan perhatian.

Namun sepertinya jika saya menghadapi masalah seperti ini saya tidak terlalu memusingkan nya, bukan berarti saya tidak mempunyai perasaan lagi dengan dia atau tidak mau mempertahankan  hubungannya lagi. lagian toh dia sudah memilih dengan kehidupannya. Namun jodoh kan siapa tahu, hanya Tuhan Yang Maha Kuasa lah yang berhak Meridloi suatu hubungan manusia.

0 komentar:

Posting Komentar